Puisi dan Cerpen

Translate

Tampilkan postingan dengan label Puisi Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Religi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 April 2014

KUSERAHKAN KEPADA-MU

Ya Allah....
Pada siapa Kau sedekahkan tulang rusukku ?
Hingga aku benar-benar merasa kehilangan,
Dan membutuhkannya sebagai penyempurna Syareat-Mu.

Jika KAU berkenan, kembalikan tulang itu dalam jarak angin dan gemuruhnya.
kapan saja, di mana pun, akan ku terima.
Akan ku dekap dengan sempurna,
Akan ku rangkul hingga tak lagi lepas melanglang buana.

Jika belum ada yang tepat untukku menurut Versi-Mu,
Ciptakan sajalah jalan pintas menuju sebuah rumah,
Yang penghuninya ada seorang titisan Hawa,
Niscaya kan ku kejar walau ke ujung Madinah.

Tapi siapa, siapakah gerangan dia ?
Wanita yang kerap berdansa di daun mataku.
Yang kini telah tercatat dan bertahta,
Menjabat sebagai ratu yang menguasai pasir-pasir rindu dalam hidupku ?

Namun tak mengapa, jika memang dia sungguh anugerah yang Engkau turunkan,
Selalu kan ku paksa nafas ini berhembus segar
Jika tidak, berilah aku kekuatan dan ketabahan.
Kemudian izinkan aku untuk membunuhnya..........dengan tegar.

https://www.facebook.com/andre.afrian1

Rabu, 16 April 2014

TUHAN, MAAFKAN KELALAIANKU

Ketika sang waktu terasa tidak beranjak,
Di sanalah sanubari mulai berdetak.
Sunyi sepi tak beriak,
Laksana awan tak berarak.

Pahatan gunung memecah langit,
Berselimut awan beralas Zamrud.
Dan dari ketinggian,
Semua tak ubahnya sekumpulan semut kecil.

Wahai Yang Maha Tinggi, aku pun pasti begitu kecil bagimu.
Di mana jiwa tak mengingat rumah,
Di saat hidup terasa sempurna,
Di manakah aku berada ?

Sering aku abai pada-Mu, tapi Kau tak mungkin abai padaku.
Ampuni aku atas semua dosa yang pernah ku lakukan.
Bertabur nikmat semu karya cipta dunia-Mu,
Aku lupa mengingat, bahwa Kaulah pemilik segalanya.

Sabtu, 21 Juli 2012

WELCOME RAMADHAN


Ya Allah Kau datangkan lagi Ramadhan buatku,
Ketika aku masih saja tak mampu mensyukuri Ramadhan-MU yang lalu..
Hari hari Mu masih saja ku lalui,
Tanpa isi..
Tanpa makna..
Tanpa syukur..
Bahkan dengan sikap Takabur...


Kadang kami masih saja lupa bahwa Engkaulah Sang Penentu..
Kadang kami masih saja merasa kebenaran itu hanya punyaku..
Yang lain bukan makhluk-MU,
Yang lain bukan Umat-MU


Jangan memuji kecantikan pelangi,
karena ia kan sirna jelang berganti..
Tapi pujilah Allah,
Yang menciptakan Langit & Bumi..


Ya Allah Ya Rohman Ya Rohim,
Jangan jadikan hatiku batu yang mengeras
Hingga lupa akan rahmat-Mu,
Hingga khilaf akan Kuasa-Mu..


Dalam Doaku, sering ku sampaikan dengan memaksa,
Seolah akulah yang lebih tahu dari-MU,
Doaku bukan harapan , tapi itu keharusan,
Dan ketika ada satu yang tak KAU kabulkan
Seolah hilang seluruh nikmat yang KAU limpahkan..


Di Bulan yang Kau muliakan,
Ku Jalani dengan ke khusyukan hati..
Bulan yang lebih mulia,
Di bandingkan dengan semua yang ada di bumi ini..


Terdengar seruan Asma-Mu di berbagai penjuru bumi,
Menyadarkan ku untuk kembali menuju jalan lurus-Mu,
Jalan Putih, di Lorong Putih-Mu
Ku tempuh semua dengan pasti, Untuk mengharap Ridho-Mu,
Walau menghadapi segala rintangan,
Malam-Mu yang begitu indah..


Malam LAILATUL QADAR,
Memanggil kami para umat-Mu..
Untuk berlomba-lomba mendapatkan malam-Mu..
Memohon ampunan-Mu....Ya Robbi…


Ramadhan, Bulan yang penuh fitri..
Bulan yang penuh ampunan..
Pahala yang besar, hatiku senang,
Menyambut bulan yang suci..


Ramadhan…
Sahutan Adzan terdengar riang,
Lafaz Al-qur’an terdengar merdu,
Suara takbir yang bergema..


Ramadhan…
Bulan penuh pengampunan,
Cahaya kemenangan selalu datang,
Di bulan Ramadhan..


Ada sekuntum hari,
Di mana wanginya mengharumi bumi sepanjang waktu,
Karena saat itulah ke Maha murahan sang Khaliq berlimpah,
Menyatu pada segala inti hidup..


Adalah Ramadhan..
Ia bertelaga bening,
Airnya mutiara maghfiroh,
Gemericiknya dzikir dan tadarrus,
Tepianya doa lemah lembut, lirih dan berpasrah hati..


Siapa tak ingin jadi ikannya ?
Mari berenang dengan kesunyian nafsu,
Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia..


Ia rahasia..
Tak sekedar lapar dahaga..
Tapi sesungguhnya itulah hakekat cinta..
Dan salah satu cara bertegur sapa dengan Sang Pencipta..


Karena dengan lapar dan haus,
Kita bisa lebih menyadari bahwa kita tak berpunya..
Bisa lebih memahami bahwa kita tak lebih dari sebutir debu,
Di antara ke-Maha luasan-Nya.
https://www.facebook.com/andre.afrian1

RAMADHAN ( AKU KEMBALI )


Akhirnya....aku kembali, dari peraduan kata..
Imaji kian membungkamku dalam kalimat..
Dan ach....sudah terlambatkah itu semua ??
Sudah lewatkah jalinan rasa yang dahulu membahana ??


Walau sapa udara tak selalu sejuk di musim penghujan,
Atau semilir mentari tak menerangi siang hari,
Meski pelangi tak selalu hadir di senja ujung bumi,
Namun rasaku masih tersimpan rapih di antara jemari malam..


Bunga jiwaku kian berguguran satu per satu,
Menyisakan ranting rapuh di terpa bayu segara,
Berputar resah melilit dan mematahkan dahan sukma,
Perlahan luruh dan jatuh di kubangan persada..


Ach......kembali nuansa indah melintas sisi hati,
Saat kereta kencana memacu dengan lembutnya..
Namun ia terus berlalu membawa permaisuri jiwa,
Meninggalkan kenangan di pelupuk-pelupuk mata..


Ya sudahlah........semua telah berlalu,
Semua telah terancang ikatan Mahadaya,
Sungguh aku yang tak mampu membaca garis kehidupan,
Dan di Ramadhan penuh ampunan, aku memohon keberkahan.
https://www.facebook.com/andre.afrian1

Selasa, 24 April 2012

DALAM RENUNGAN MALAM


Dalam renungan malam, suara hati menjerit bimbang..
Masih adakah harapan tersisa dalam garis kehidupan ?
Sedangkan air mata ini telah habis, terkuras sepanjang malam..
Masih adakah asa menyelimuti dari guratan pena sang pujangga ?


Dalam renungan malam, ku buka kembali lembar demi lembar catatan tentang perjalanan hidupku..
Ku resapi dan ku pelajari kembali, dan akhirnya aku pun mengerti..
Ku bercermin pada lembaran usang tak bermakna, di waktu malam kelam..
Aku pun berpikir, bahwa kan ku jadikan lembaran ini sebagai acuan tuk memperbaiki diri di masa yang akan datang..


Masa dalam kehidupan yang lebih baik dan lebih cemerlang..
Tuk meraih angan serta impian yang gemilang..
Impian yang senantiasa di restui dan di ridhoi..
Oleh Mu, Illahi Ya Robbi, Hingga detak jantung ini terhenti..


Ku bersimpuh di atas sajadah, memohon dan meminta..
Ku panjat kan doa bersahaja, pada Mu, Yang Kuasa..
Ku lantun kan asma Mu , larut dalam keheningan yang tercipta..
Semoga esok dan seterusnya, mentari pagi kan menyapaku dengan kehangatan sinarnya..

Selasa, 17 April 2012

Seikat Rangkai Doa

Akankah senja kan patah di persimpangan jalan ??
Sedangkan malam kian menjelang
Selimuti dinding jiwa berpendar hitam
Pada tiang penyangga langit nan kelam




Sepatah kata tiada pernah teriringi dalam langkah seia-sekata..
Langit hati seakan hilang dan bumi turut telanjang
Angin pun enggan berdendang
Dan ilalang tak sudi bergoyang meski hanya sebatang




Dengan mata hati nan nyata...
Kusempatkan membasuh jiwa dan raga..
Satu-persatu membuka lembaran nan silam
Renungkan diri dalam seikat rangkai do'a.




Ku harapkan semilir angin sejuk membawa pesan do’a Pada-Nya..
Secepat kilat di hantar sayap malaikat
Menebus hingga langit ke tujuh
Tersampaikan ke pangkuan surga..




Karena...
Hanya Keagungan-Nya yang mampu menerangi..
Gelapnya sisi ruang hati dan jiwa..
Hingga akhirnya kan tau,
Kemana dimensi waktu akan menuntun arah langkah kakiku..
https://www.facebook.com/andre.afrian1

Sabtu, 28 Januari 2012

Persimpangan Jalan Hidup

Berjalanku menyururi jejak nafas kehidupan
Berkelana tanpa mengenal rasa lelah
Melanglang buana mencari jati diri
Arti dari hidup dan kehidupan




Hingga di suatu ketika..
Sampailah pada sebuah persimpangan
Aku berhenti sejenak..
Sembari melepas penat dan lelah yang mendera




Otak ku pun berfikir
Bahwasanya telah ku tempuh perjalanan yang panjang
Arah mana yang harus ku ambil
Yang akan menunjukkan apa yang kucari ?




Walaupun bingung dan bimbang
Ku harus segera memutuskan
Ku selami istana hatiku
ku arungi kuil jiwaku dan akhirnya ku temukan jawabnya..




Bahwasanya...
Yang kucari selama ini hanya kesia siaan belaka
Hanya membuang waktu tak berguna
Bergelut di tepi masa




Ternyata..
Yang kucari berada di kedalaman hatiku sendiri
Yakni..
Permohonan dan doa pada Illahi Ya Robbi..




Hanya kepada-Nya..
Tempat segala urusan dan masalah yang ada di dunia..




Sungguh aku malu pada diriku sendiri
Juga pada kehidupan ini
Ternyata hanya kefanaan berpeluk semu yang lama aku geluti
Hidup dalam bayang bayang ilusi
Mengejar angan sebatas mimpi yang tak pasti..




Ya Tuhan , Pencipta langit dan bumi..
Masih adakah waktu untuk aku berbenah diri ?
Masih adakah kesempatan untuk aku mencuci batin ini..?
Dalam kepenatan dan asa yang tersisa
Ku panjatkan doa dalam keheningan yang tercipta




Semoga di ujung jalan sana
ku temukan sinar harapan baru
Menuju suci Cahaya-Mu..
https://www.facebook.com/andre.afrian1